Profil MSAP Unlam Banjarbaru

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Program MSAP-UNLAM dirancang bagi para birokrat Pemda, perencana pembangunan, politisi lokal, penggiat pengembangan masyarakat, peneliti, pengajar dan profesional yang ingin memahami model serta strategi pembangunan secara benar dan konstruktif. Lulusan program ini berhak menyandang gelar  Magister Sains (MSi).

LATAR BELAKANG

Pengalaman terpusatnya segala kekuasaan pemerintahan di masa Orde Baru telah cukup banyak memberikan pelajaran, bahwa yang menjadi pokok permasalahan kurang berkembangnya kreativitas Pemerintah Daerah untuk memajukan kesejahteraan rakyatnya adalah karena ketidakberdayaan stakeholders di luar institusi pemerintah untuk mengontrol kinerja birokrasi. Namun demikian, tatkala kebijakan desentralisasi telah memberikan peluang lebih luas kepada daerah untuk membuat kebijakan lokal yang pro-rakyat ternyata tidak juga terbukti bahwa akuntabilitas publik instansi Pemda dan penguasa lokal menjadi meningkat. Ada persoalan dalam perencanaan pembangunan di daerah. Ada masalah struktural yang belum terselesaikan untuk membangun partisipasi masyarakat menjadi lebih baik dalam dinamika pembangunan di daerah. Di sinilah Program Studi MSAP-UNLAM diasumsikan bisa berperan besar sebagai fasilitator perubahan. Program MSAP UNLAM menawarkan 4 (empat) konsentrasi keahlian untuk menjawab hal itu, yakni: Perencanaan Pembangunan Daerah (PPD), Manajemen Pengembangan Masyarakat (MPM), Manajemen Keuangan dan Aset Daerah (MKAD), dan Manajemen CSR.

KEUNIKAN PROGRAM STUDI MSAP-UNLAM

Sesuai misi Program Studi, kurikulum dirancang sedemikian rupa agar memiliki bobot terapan yang tinggi tetapi dengan landasan teoritis yang memadai. Oleh karena itu, selain dari kalangan akademisi Universitas Lambung Mangkurat, sebagian pengajar di Program Studi MSAP-UNLAM juga berasal dari kalangan birokrasi Pemda yang dinilai memang mumpuni di bidangnya dan memiliki kompetensi akademis yang memadai. Bahkan di Program Studi ini juga dirancang untuk sering mengundang dosen tamu dari kalangan praktisi yang relevan guna memperkaya wawasan mahasiswa.

Program studi ini dirancang untuk dapat diselesaikan hanya 18 (delapan belas) bulan atau 3 semester. Tetapi bagi yang berminat, dimungkinkan untuk menempuh program akselerasi, yakni perkuliahan hanya ditempuh selama 13 bulan. Program akselerasi dapat ditempuh oleh mahasiswa yang bersedia mengambil mata kuliah lebih banyak per semester, dan punya beban lebih dari mahasiswa reguler. Kepada mahasiswa program akselerasi juga dituntut untuk merancang penelitian Tesis sejak semester 2.